31 May 2011

Ultrabook Laptop and Tablet Combination


Karena alasan kewalahan bersaing dikelas Tablet dan Smartphone dengan perusahaan lain semisal RIM dan Aple, Intel mencoba peruntungannya di segmen yang mungkin terdengat baru, yaitu segmen dimana kemampuan Laptop dan PC Tablet dipadukan dalam satu unit Gadged yang mereka sebut Ultrabook.

Intel sendiri merasa yakin bahwa rencananya tersebut akan diterima konsumen dengan baik dan mereka yakin akan menguasai pasar sebanyak 40% dkelas tersebut. Untuk spesifikasi detailnya belum bisa dipastikan, hanya terdengar kabar bahwa Gadget ini akan menggunakan prosesor Sandy Bridge dan seri terbaru Ivy Bridge, dan juga Ultrabook ini akan seringan dan setipis PC Tablet, sekuat Notebook, dan tentu saja daya tahan batre yang lama untuk menunjang mobilitas penggunanya.

"Komputer punya berbagai bentuk. Inovasi teknologi adalah sebuah katalisator dan kami yakin perubahan yang dibuat Intel dalam roadmapnya, bersama kolaborasi industri, akan membawa perubahan menarik dalampersonal computing beberapa tahun ke depan," kata Executive Vice President Intel, Sean Maloney.

Ultrabook pertama telah dirilis Asus, yakni Asus UX21. Dikutip detikINET dari PCPro, Selasa, vendor lainnya diharapkan akan menyusul menjelang liburan akhir tahun. Soal harga diklaim di bawah USD 1.000 dan lambat laun akan mencapai kisaran USD 600.


Sumber : Detikinet

11 May 2011

Memindahkan Google Sites ke Google Sites Lainnya (Export-Import Google Sites)

Google Sites memungkinkan kita untuk membuat halam wesite atau blog personal kepunyaan kita sendiri. Bagi Anda yang membeli domain baru (ex: example.com) bisa mendaftarkan ke Google Apps (http://www.google.com/a/). Kemudian di Google Apps Anda membuat email dengan service dari Google dan bisa juga membuat website di Google Sites (ex: http://sites.google.com/a/example.com/webanda).

Nah sekarang, mungkin Anda berpikir untuk mengganti URL Google Site yang Anda punya tadi, karena Anda berpikiran bahwa http://sites.google.com/a/example.com/webanda terlalu panjang. Tentunya Anda bisa mengubahnya di https://www.google.com/a/cpanel/example.com/ServiceSettings, lalu ke menu site dan mengubahnya dengan domain Anda ini (www.example.com) yang sebelumnya Anda telah mengatur CNAME domain Anda.

Selanjutnya, ada beberapa kasus ingin memindah sebuah web yang sudah kita buat di Google Sites ke web di Google Site yang lain. Mungkin hal ini terjadi karena Anda telah membeli domain baru (ex: domain.com) dan ingin mengganti alamat Google Sites Anda dengan www.domain.com. Ada beberapa solusi yang bisa Anda temukan di sini http://www.google.com/support/a/bin/answer.py?answer=54819. Di situ Anda diberi pilihan untuk melakukan export-import dari web lama ke web baru atau menjadikan domain.com sebagai alias untuk account example.com.

Tentunya cara gampangnya menggunakan opsi sebagai domain alias. Namun jika Anda terlanjur telah mendaftarkan domain.com di Google Apps berarti Anda harus memilih opsi export-import Google Sites yang akan saya jelaskan di postingan ini. Jika Anda tetap ingin memilih opsi domain alias berarti Anda harus menghapus akun Google Apps untuk domain.com. Namun diperkirakan Google akan melakukan penghapusan sekitar 5 hari. 

Download aplikasi untuk melakukan export-import Google Sites di sini. Double klik file jar yang sudah didownload, lalu lakukan export Google Sites Anda yang lama. Namun di sini saya hanya mencontohkan Google Sites saya (https://sites.google.com/a/ezul.net/web) yang belum saya beri domain.


Dan di bawah ini adalah halaman Google Sites yang baru:


Isikan account Google Sites Anda:


Lalu klik Export from Site. Aplikasi ini akan melakukan exporting ke directory yang Anda targetkan di komputer Anda.


Klik Done. Lalu lakukan Import ke Google Site yang baru dengan mengisikan webspace yang baru.


Klik Import to Sites.


Klik Done dan hasilnya sepeti di bawah ini:


Proses Export-Import sukses!

Catatan:
Setelah domain.com jadi domain alias untuk Google Sites untuk example.com, Anda tetap bisa mendaftarkan domain.com di Google Apps.

05 May 2011

Teh Hijau Pencegah Pikun

Bagi anda yang kurang hobi minum teh, mulailah menghobikan minum teh, khususnya Teh Hijau. Sebuah studi mengungkapkan bahwa apabila kita mengkonsumsi teh hijau secara berkala, ternyata terbukti melindungi otak dari penyakit Alzheimer dan demantisa jenis lain. Alzheimer­ bukan penyakit yang menular, melainkan sejenis sindrom dengan apoptosis sel-sel otak pada saat yang hampir bersamaan sehingga otak tampak mengerut dan mengecil. Alzheimer adalah penyakit yang sering diderita orang yang lanjut usia.

Resiko untuk mengidap Alzheimer, meningkat seiring dengan pertambahan usia. Penyakit Alzheimer paling sering ditemukan pada orang tua berusia sekitar 65 tahun ke atas. Pada tahap awal perkembangan Alzheimer, penurunan faktor-faktor risiko vaskular dapat menyulitkan diagnosis sindrom ini, namun mengurangi kecepatan perkembangan demensia atu pikun. 

Dalam teh hijau terkandung zat polifenol yang berperan dalam memerangi hidrogen peroxide dan amiloid beta. Dua zat tersebut yang berperan penting dalam progresivitas Alzheimer, sehingga dengan minum teh hijau pahit setiapa pagi, zat tersebut dapat teratasi yang secara tidak langsung dapat mencegah progresivitas Alzheimer.

SKEPTIS AKUT

Skeptis merupakan sikap manusia yang tidak mudah percaya pada orang lain. Orang yang memiliki sikap seperti ini biasanya selalu curiga dan berhati-hati terhadap tindakan orang lain. Dalam dunia yang semakin dipenuhi kebohongan dan kemunafikan, kepercayaan dan integritas bagaikan sebuah mata uang. Mata uang dipergunakan untuk dipertukarkan, layaknya manusia apabila ingin dipercaya orang lain, ia harus menunjukkan bahwa ia dapat dipercaya. Sikap skeptis ini sering dimiliki para intelektual. Mereka akan percaya pada suatu kasus jika mereka mengalami kasus tersebut atau memang ada fakta/bukti-bukti yang benar.

Sedangkan, sifat skeptis akut adalah sikap seseorang yang apabila dia tidak percaya pada seseorang disekitarnya, berarti ia merasa bisa mengerjakan semuanya dengan sendiri dan selalu meragukan pada hasil pekerjaan orang lain. Sikap seperti ini sangat dapat membahayakan karirnya, karena kita akan selalu berhadapan dengan masalah yang membutuhkan kerjasama dengan orang lain. Kerjasama yang baik, tidak hanya diciptakan oleh satu orang yang dominan, namun hasil dari semua kerja tim. Apabila dalam tim memiliki sifat skeptik akut maka sikap tersebut akan membunuh pada proses pencapaian kesuksesan.