11 March 2012

Hidup Hemat dan Kerja Keras Sebagai Proses Belajar

Hidup Hemat dan Kerja Keras Sebagai Proses Belajar
Secara psikologis, proses belajar dimulai dari pemahaman 4 tingkatan yaitu:
  1. Tidak sadar tidak tahu : dia tidak menyadari bahwa sesungguhnya dirinya tidak tahu.
  2. Sadar tidak tahu          : secara sadar bahwa sesungguhnya dirinya tidak tahu.
  3. Sadar tahu                  : secara sadar dia mengerti bahwa dirinya tahu
  4. Tidak sadar tahu         : Secara tidak sadar (secara otomatis) bahwa sesungguhnya dia tahu
Pada tingkatan (1) dan (2) orang tidak melakukam suatu tindakan apapun sehingga tidak terjadi perubahan perilaku. Pada tingkatan (3), orang telah melakukan suatu tindakan dengan cara melakukan latihan-latihan dan dengan mempersungguh dalam melakukan apa-apa yang telah dipelajarinya. Sedangkan pada tingkatan (4) orang telah mengaplikasikan dalam hidupnya terhadap apa-apa yang dipelajari. Pada tingkatan ini, apa yang dipelajari telah merasuk dalam tulang, terinternalisasi dan telah menjadi perilaku yang otomatis. Di dalam proses belajar, tingkatan (4) merupakan target yang ingin dicapai.

Pola hidup hemat dan kerja keras merupakan salah satu perilaku yang dapat dipelajari dengan pendekatan tingkatan belajar di atas. Yang tadinya kita tidak sadar tidak tahu atau sadar tidak tahu bahwa pola hidup hemat dan kerja keras itu diperlukan untuk menunjang keberhasilan hidup, sehingga kita tidak melakukan usaha apapun untuk menjadikan perilaku hidup hemat dan kerja keras sebagai bagian dari hidup kita. 

Menurut Albert Bandura (Teori Kognitif Sosial), manusia pada umumnya belajar melalui pengamatan kemudian meniru apa-apa yang diamatinya. Generasi muda banyak belajar dengan meniru orang dewasa dan teman-temannya. Hal ini juga berlaku untuk pola hidup hemat dan kerja keras. Oleh karena itu, bila generasi muda diminta untuk memunyai perilaku hidup hemat dan kerja keras tapi dibesarkan dalam lingkungan yang konsumtif dan boros, maka mereka akan menemui kesulitan untuk memahami hal tersebut. Dengan memberikan teladan bagaimana pola hidup hemat dan kerja keras kepada generasi penerus yang langsung dialaminya, jauh lebih mengena dan efektif daripada dengan penjelasan tentang sikap itu secara lisan.

Sumber : Cinta Alam Indonesia,2009

Artikel ini membantu? Silahkan klik tombol like dan share
Jangan lewatkan artikel terbaru Mr Gaptek! Silahkan berlanggan dengan klik tombol like
Previous Post
Next Post