10 March 2012

Cara Mengetahui Minat dan Bakat

Cara Mengetahui Minat dan Bakat
Dewasa ini banyak orang tua yang tidak peka terhadap minat dan bakat anaknya sehingga banyak anak yang gagal karena salah dalam pendidikan dini. Berikut empat cara untuk mengetahui minat dan bakat anak yang direkomendasikan oleh Robyn Mckey, PhD, seorang psikolog dan pelatih kreativitas, seperti dikutip dari sheknows.


  • Kurangi tekanan
Saat Anda melihat para ibu lain mengikuti anak mereka ke dalam kelas bulutangkis, bukan berarti anak anda memiliki minat yang sama. Hanya karena orang lain melakukannya tidak berarti bahwa itu benar untuk anak Anda. Jadilah sadar bahwa pada usia yang sangat muda pun, anak mampu mengekspresikan preferensi mereka. Ajak si kecil mengambil keputusan mengenai kegiatan ekstrakulikulernya, tanyakan padanya apakah ia ingin mengikuti kelas bulutangkis tersebut. Jika anak mengikuti kegiatan yang tidak diminatinya, ini akan mengakibatkan si kecil tertekan dan mudah lelah.
  • Percaya pada bukti
Perhatikan dengan seksama keunggulan si kecil dalam kegiatan atau pelajaran yang diikutinya. Apakah ia mendapatkan nilai tertinggi saat ujian matematika atau mendapat juara saat lomba renang? Nilai tinggi dan penghargaan merupakan  gambaran awal mengenai keunggulan si kecil dalam bidang yang ia minati.
  • Kerja Keras
Saat si kecil belum menunjukkan kemampuannya, jangan terlalu memaksanya untuk bekerja keras. Kerja keras merupakan hal yang baik, namun kerja keras tanpa kemampuan alami, pengetahuan dan praktek hanyalah sekedar kerja keras saja. Rasa keinginan yang kuat dari diri si kecil pada suatu kegiatan yang ia sukai mampu mengeliminasi rasa lelah dan tertekannya.
  • Gunakan Intuisi
Jika si kecil tertarik dalam suatu kegiatan tapi belum memberikan bukti keberhasilan, jangan dulu memutuskan bahwa kegiatan tersebut bukanlah minat si anak. Mungkin hal tersebut hanya karena si kecil tidak siap terhadap tahapan perkembangan dan bukan berarti anak tidak akan unggul dalam kegiatan tersebut. Dalam hal ini, sebaiknya gunakan intuisi Anda untuk memutuskan apa akan melanjutkan kegiatan yang diikuti oleh si kecil. Anda tau apa yang terbaik untuk anak Anda. Lagi pula intuisi sang ibu biasanya jarang salah.

Sumber: Nuansa, Juni 2011

Artikel ini membantu? Silahkan klik tombol like dan share
Jangan lewatkan artikel terbaru Mr Gaptek! Silahkan berlanggan dengan klik tombol like
Previous Post
Next Post